Rabu, 07 Januari 2015

Seperti "PADI".



Seperti “PADI”

Karakter manusia terbentuk melalui kehendak dan pengalaman yang telah dialami. Karakter yang terbentuk akan menuntun manusia dalam bersikap terhadap suatu kondisi di hidupnya. Semakin tinggi pengetahuan, kekayaan ataupun faktor x lainnya, terkadang membuat seseorang menjadi angkuh ataupun merasa memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari yang lainnya. Terbersit mengenai filosofi padi yaitu tanaman padi biasanya semakin berisi akan semakin merunduk. Mengapa manusia sulit melakukan hal tersebut? Hal ini terjadi karena faktor ego yang menguasai pemikiran individu tersebut.
Seperti padi yang semakin berisi maka semakin merunduk,manusiapun seharusnya seperti itu. Ketika seseorang memiliki faktor x yang lebih jika dibandingkan dengan yang lainnya, maka seharusnya orang tersebut tetap rendah hati dan mengayomi orang disekelilingnya. Karena jika kita merasa ‘lebih’ jika dibandingkan dengan yang lain, sesungguhnya banyak orang yang memiliki kelebihan yang lebih tinggi daripada kita.
Seperti pribahasa yang mengatakan “di atas langit masih ada langit”. Karakter yang baik akan menjauhkan kita dari sifat  sombong, tinggi hati dan lain-lain. Pendidikan karakter sangat diperlukan untuk membatasi ego menguasai diri seseorang. Tidak ada manusia yang dapat melihat perubahan warna padi dari hijau menjadi kuning. Oleh karena itu,sesungguhnya tidak ada yang pantas kita sombongkan karena tidak ada manusia yang sempurna dalam menjalankan kehidupannya dan memiliki keterbatasan tertentu dalam mengetahui hal-hal yang belum diketahui sampai saat ini. Semakin kita banyak mengetahui sesuatu,maka semakin banyak pula hal yang tidak kita ketahui.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar